Korean Chingu

Like Korea Love Indonesia

Jika kalian merasa pecinta berat fan fiction. Baik membacanya di Winglin, LJ, Asianfanfics, Asianfanfiction ataupun forum besar seperti Soompi. Atau kalian penyuka film-film Korea...

Jika kalian merasa pecinta berat fan fiction. Baik membacanya di Winglin, LJ, Asianfanfics, Asianfanfiction ataupun forum besar seperti Soompi. Atau kalian penyuka film-film Korea seperti He Was so Cool, Do Re Mi Fa So La Ti Do atau Romance of Their Own? Lebih keren lagi kalau ternyata kalian penyuka manhwa seperti Syndrome atau That Guy Was Splendid ( yang merupakan versi manhwa dari He Was So Cool)? Maka kalian harus kenal dengan penulisnya, ^^~ Dialah Guiyeoni  (귀여니).Guiyeoni  (귀여니) yang lahir di Jae Chun provinsi Chung Buk Korea Selatan tahun 1985 lalu sangat dikenal sebagai novelis internet dengan nama Lee Yoon Sae. Buku-bukunya yang sangat dikenal oleh para remaja Korea berjudul A Wolf’s Attraction, That Guy Was Muhshesuh, Outsider, Syndrome, Do Re Mi Fa So La Ti Do, To My Boyfriend, The World’s Saddest Star dan beberapa sidestories untuk cerita-cerita yang disebutkan tadi.

 

Sebelumnya Guiyeoni yang mempunyai hobi bermimpi ketika tidur ini menjalankan website pribadinya www.guiyeoni.com (yang sekarang sudah tidak bisa dibuka) dan Daum Café yang memiliki member lebih dari 800,000 orang serta ada sekitar 100 fancafe yang mendedikasikan namany. Dipercaya juga satu juta kopi dari novelnya telah terjual. Kepopulerannya yang meledak diantara para remaja Korea saat itu membuat media bahkan menyebutnya sebagai “Guyyeoni Syndrome.”

 

Cerita Guiyeoni banyak disukai karena tokoh-tokoh pria dalam novelnya adalah tipe ideal para gadis dan adegan-adegan yang menggambarkan ciuman, tidur atau tidak adalah berdasarkan dari cerita nyata. Tapi bagaimana dengan penggunaan kata umpatan dan kata slang dalam novelnya? Guiyeoni menjawab pertanyaan dengan mengatakan bahwa ia pertama kali menulis untuk sebuah papan bulletin dan melakukannya untuk senang-senang. Ia hanya ingin mengekspresikan pesaaan mereka sebenarnya. Itulah kenapa ia tidak ragu menggunakan emoticon seperti :-9, :-$, :*), |-O.

Selain menjadi novelis, Guyeoni juga sebagai seoang pembaca, ia menyukai “I liked ‘Norwegian Wood,’ karangan Haruki Murakami dan ‘Toji,’ (‘The Earth’) ciptaan Park Kyung-ni, ‘The Thorn Birds,’ milik Colleen McCullough serta ‘A Life of a Woman,’ karya Guy de Maupassant.

 

Novel “The Guy Was Muhshesuh” milik gadis berdarah AB ini pertama kali difilmkan pada 23 Juli 2004. Dibintangi oleh Song Seung Hun, Jung Da Bin, Lee Ki Woo dan Lee Minhyuk.

Walaupun sukses sebagai penulis, Guiyeoni sebenarnya tidak mencita-ciakan literature sebagai impiannya. Ia  berfikir akan menjadi musisi musik tradisional dan menjalankan sebuah klinik untuk anjing yang sangat ia cintai.

“Aku pasti bergabung dengan klub musik tradisional Korea di kuliah. Dalam sepuluh tahun mungkin aku akan menjadi seorang istri, penulis novel dan script film freelance,” Ujar Guiyeoni dalam interviewnya bersama JoongAng.

Ketika ditanyakan mengenai uang yang ia hasilkan, Guiyeoni mengatakan ayahnyalah yang mengatur keuangannya. Ia bahkan mendonasikan uang untuk almamaternya di SMA Putri JeCheon. Guiyeoni juga menaruh  10 juta won atau setara 8400 dollar untuk kompetisi novel di intenet yang diadakan di www.iyagibada.com dan lebih dari 2000 peserta mengikuti kompetisi ini. Guiyeoni yang memilih pemenangnya kala itu.

Walaupun terkenal, kontroversi mengelilingi Guiyeoni. Ketika ia memasuki perkuliahan tahun 2003, atau lebih tepatnya sejak 19 November 2003 dimana Universitas SungKyunkwan mengumumkan bahwa Guiyeoni telah diterima di universitas tersebut, papan bulletin kampus dipenuhi dengan postingan yang menantang keputusan tersebut. Kebanyakan pesan mengatakan bahwa Guiyeoni yang menggunakan ‘slang dan emoticon, menghancurkan bahasa Korea’ seharusnya tidak diterima di universitas dimana Hangeul, alphabet Korea diciptakan selama dinasti Joseon (1392-1910). Klub Online anti GHuiyeoni http://cafe.daum.net/antigy meluncurkan petisi melawan percobaan perkuliahan Guiyeoni.

 

Saat itu professor dari SungKyunKwan, Jeong Jin Su memihak Guiyeoni dengan memosting dua essay di internet, mendukung keputusan kampus menerima sang bintang novelis. Sementara itu penulis internet lainnya, Lee Woo Hyuk mengkonfrontasi Mr Jeong melalui websitenya www.hyouk.co.kr dengan mengatakan “Bukanlah hal yang benar untuk dilakukan oleh universitas SungkyunKwan mengetahui novel-novel dengan bahasa elemen yang dedukstrif.”

Guiyeoni tak hanya duduk diam melihat orang mendiskusikan dirinya. Ia menulis di salah satu fan web http://cafe.daum.net/rnlduslsla , “Apapun unsur dalam novelku dan bagaimanapun cara penggunaan emoticon, hasil (novel-novel)ku adalahtulisan-tulisan yang berharga, dengan segala upaya.”

Bagaiamana? Kalian sudah pernah baca novel terjemahannya? Atau bahkan membacanya langsung dengan bahasa Korea? Bagi kalian yang ingin membacanya, beberapa member Soompi berbaik hati menterjemahkannya ke dalam bahasa inggris, meski tidak semua novel sudah selesai diterjemahkan namun cukup membalas rasa penasaranku saat itu mengingat aku sudah menonton dan membaca sebagian besar karyanya, hanya sampai saat ini masih belum semua novelnya kubaca karena terjemahan yang belum selesai (stalkinghero buta baca Korea).

http://koreanfanfics.tumblr.com/Syndrome

http://koreajoongangdaily.joinsmsn.com/news/article/article.aspx?aid=2068536

http://www.hancinema.net/korean_Guiyeoni.php

http://sg.answers.yahoo.com/question/index?qid=20070811212908AACAImO

http://answers.yahoo.com/question/index?qid=20100830143114AA4NLdv

http://en.wikipedia.org/wiki/Guiyeoni

http://danylor.multiply.com/journal/item/22?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

elvrhrln@KoreanChingu | hallyucafe.com

  • zoggakyu

    August 16, 2012 #1 Author

    Aku mau dong baca … twitter aku @zoggakyu

    Reply

  • nlightning

    August 16, 2012 #2 Author

    mau dong mau… @nidataemin

    Reply

  • vermouth407

    August 16, 2012 #3 Author

    aku jg donk… 😀

    @moonica407

    Reply

  • parkahra

    August 16, 2012 #4 Author

    Aku mau @helloveyahra

    Reply

  • jungsora

    August 16, 2012 #5 Author

    penasaraaaaaaaan

    Reply

  • devhee

    August 16, 2012 #6 Author

    Satu kata : envy 🙄

    Reply

  • ChubbyKyuMinHae

    August 17, 2012 #7 Author

    waa.. debaek! unnie~^^

    Reply

  • Han Yoo Ri

    September 2, 2012 #8 Author

    huah…..Do Re Mi Fa So La Ti Do huahhh keren na….

    Reply

  • Candra Deviparamitha

    October 24, 2013 #11 Author

    Oh trnyata Film do re mi fa so la si do pnulisnya Guiyeoni ..
    Daeebbakkk !!! 🙂
    Novel Guiyeoni yg udh aku baca cuman baru Outsider #1 .. pngen baca Outsider #2 dan #3 .. tapi dsini blm ada novelnya …

    Reply

  • rinrin

    August 5, 2014 #12 Author

    ada alamat web buat baca online novel romance of their own #2 sama #3 ga?

    Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *